Disambut,belaga! disambit muram!
“bahkan, aku sudah merubah diriku, semula kasar menjadi halus. tapi apa? sudah ku bilang kan. Disambut,belaga! disambit muram! jadi aku harus apa?” Sungguh rumit kisah cintaku. Pada awalnya ya benar, memang aku suka dia. Tapi hanya sekedar suka. Lalu? Ya setelah ku dapatkan,ku buang begitu saja. Setelah dia memberikan, semua yang kumau tanpa harus kupinta. Ibarat habis manis sepah dibuang. Wajahnya tidak menarik, kulitnya juga tidak bersih, penampilannya pun amat membosankan, kepribadiaannya juga tidak humoris, dia orang yang diam dan alim. Dirinya berbanding terbalik 180derajat denganku, mulai dari fisik sampai ke kepribadiannya. Dia hitam aku putih, dia tinggi aku agak pendek, dia introvert aku extrovert, dia royal aku perhitungan, dia baik aku mikir-mikir dulu baiknya. Entah mengapa aku pernah menyukainya. Barangkali,Mungkin karena, kemuliaan hatinya.dan pastinya karena sudah terlalu lama aku sendiri. Ingin rasanya memiliki pasangan. Umurku juga sudah layak un...